Senin, 15 Februari 2016

Zerylia. N

Kebersamaan disaat hari raya idul fitri.

Hai,.... emil sahabat setia ku .
Aku ingin berbagi kebahagiaan ku dengan mu 
Aku ingin bercerita tentang hari raya idul fitri yang 
sudah kulalui beberapa hari yang lalu .
   Emil,.. posisi ku sekarang ada di negara tetangga
karena itu aku tidak bisa merayakan kebersamaan 
hari raya idul fitri bersama keluarga ku tercinta tapi 
aku tidak terlalu sedih,bohong jika aku tidak sedih , sedih banget sebenar nya,Emil
Untuk itu aku merasa galon , waktu itu.
Ini memang bukan pertama kali nya aku lebaran jauh dari orang 
orang yang aku sayangi, terutama ibu dan ayah ku tercinta.
Sedih ,.. pasti aku rasa karena air mata mengalir seketika ketika takbir berkumandang tapi aku tidak terlalu mendalami nya karena itu resiko
Yang harus aku terima dari kuputusan yang sudah ku pilih.
Hari minggu ceria tepat nya tgl 19 juli 2015 ,Emil,.. Sahabat ku .
Hari ini aku akan pergi kerumah kakak untuk menengok nya .
Ehmz,..ini baru pertama kali nya aku akan pergi menuju setasiun 
kereta yang mana belum pernah ku kunjungi “zungli“ setasiun 
yang akan aku tuju , tepat nya pkl 08.05 pagi aku berangakat 
dari rumah yah aku mulai petualangan ku hari ini dari setasiun
terbesar di Taiwan banyak orang menyebut nya dengan “TMS“
atau Taipe Main Stastion biasa nya orang ~orang  indonesia 
menyebut dengan Taipe Hocecan .
   Emil ,.. sungguh ramai sekali kala itu aku pun berjumpa dengan 
banyak teman ku di Taipe sana setelah menemui berapa teman ku,
kulangkah kaki untuk mengikuti antrian itu,..
Antrian tiket kereta yang akan aku naiki , antrian panjang seperti mengantri sembako,bernasib baik pagi itu aku pun mendapat kan tempat duduk dalam tiket
yang ku beli sehingga aku tidak harus bertualang dengan berdiri dalam perjalanan satu jam lebih itu ,..kereta melaju dengan cepat nya berhenti di setiap setasiun 
terbesar , karena aku membeli tiket kereta cepat untuk ku naiki ,
agar cepat menyampai disana, tepat nya jam 10.05 aku pun nyampai 
sudah ,.. oh tidak Emil  ..  orang di stastion Zungli itu terlalu banyak 
dan membuat ku pusing , aku harus mencari tempat untuk ku melentur
kan kaki ku dan mengadem kan otak dan badan ku , karena di luaran sungguh cuaca sangat lah panas, matahari yang memancarkan sinar nya dengan ceria, ku tengok kiri kanan depan belakang , terpenuhi dengan orang ~ orang indonesia yang berlibur ria , seketika itu mata ku tertuju dengan es cream itu , kayaknya ini tempat yang cocok untuk ku menunggu dia dan mengingat cuaca yang sangat panas waktu itu.
Ku pesan es cream rasa strowberri itu , ku nikmati nya dengan pelan 
pelan karena tujuan ku bukan lah untuk membeli es cream itu tapi 
hanya mencari tempat ku untuk berteduh sambil menunggu dia dan
mengingat sang mentari yang terus tersenyum ceria,
membuat ku tak sanggup untuk berlamaan berada di luar.
Aku tidak menunggu terlalu si dia pun datang , aku bahagia, Emil melihat nya.
Setelah bercakap tidak terlalu lama , astaga apa yang aku lakukan waktu itu 
Untung saja aku masih bernasib baik.
Ketika aku mau berdiri tangan ku menyenggol es cream diatas meja itu ,
Betapa kaget nya jika lengah sedikit saja semua akan tertumpah di baju dia.
Jika itu terjadi betapa malu nya karena disana banyak orang sekali.
Taxsi ,....  aku dan dia pun melaju dengan mobil kuning itu.
Setelah berputar putar mencari alamat rumah kakak ku , akhir nya pun di 
temukan alamat itu ,sungguh rumah nya di pedalaman.
Sampai sudah kakak pun keluar dari rumah nya menyambut kedatangan ku dengan nya , ku peluk erat,.. Karena kita sudah cukup lama tidak berjumpa.
Setelah ngobrol ngobrol dengan kakak juga bos nya kita ber tiga pun pergi untuk makan ,  selesai sudah kita makan  jam menunjuk kan sore sekali , aku dan dia pun berpamitan ke kakak untuk pulang.
Aku dan dia pun pulang , kamu tahu g emil apa yang terjadi kepada kita berdua,
Meski sudah sore matahari masih tidak mau mengalah sinar nya pun masih sangar panas, aku dan dia berdiri di pinggir jalan mencari taxsi, menunggu lama dan lama sekali ternyata tidak ada taxsi yang lewat,beruntung ada seorang ibu , yang menunjuk kan pangkalan taxsi tapi apa kamu tahu Emil , berapa jauh itu, jauh dan sangat jauh ,.. Aku pun harus berjalan kaki dengan nya untuk menuju pangkalan itu,
Meski berjalan kaki aku bahagia karena aku bersama nya . 
Nampak lah pangkalan taxsi itu dan kita pun langsung memanggil nya untuk mengantar kita pulang ,aku sangat lelah , aku sandar kan kepala ku di bahu nya,sku bertanya berat kah ? dia pun menjawab tidak sedikit pun . 
Aku bahagia bersama nya ,Emil . 
Emil,.. sahabat ku . 
Makasih sudah mendengar kan cerita ku .